Kamis, 22 Desember 2016

Penusukan di Jembatan Tol Cigondewah, Diduga Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa

Dadan satu dari total 7 orang yang selamat dari maut pasca aksi penusukan di jembatan Tol Cigondewah Kaler Bandung Jawa Barat menuturkan kisah menakutkan yang dialaminya, Dadan mengisahkan pelaku menganiaya ayahnya Asep Odang Sutisna hingga tewas.

Sebelumnya pelaku juga menyerang sejumlah warga lain yang tengah melintas termasuk dirinya hingga harus menderita 2 luka tusukan di bagian punggung, hingga kini belum diketahui apa motif penyerangan yang dilakukan Aziz yang menyasar banyak orang termasuk 2 wanita pengendara sepeda motor.

"nah saya mau belok gak tahunya dia menikam belakang saya langsung menyerang gak tahu apa masalahnya nah saya lewat dulu sedikit saya pegang pundak saya ah keluar darah tapi sedikit-sedikit saya tidak panik melihat ke belakang nah itu yang 2 orang dia jadi korban juga nah saya lewat dulu sedikit ke depan mau turun jembatan nah yang bawa pisau itu dia masih mengejar 2 orang itu yang perempuan" ujar Dadan Korban Selamat

Naas sang ayah yang mendengar kisah Dadan malah menuju ke lokasi untuk menolong para korban tapi akhirnya harus kehilangan nyawanya.

Sementara pelaku penusukan 8 orang Muhammad Aziz Ghozali yang masih berusia 19 tahun diduga mengalami gangguan kejiwaan.

"karena tersangka tersebut belum bisa dilakukan pemeriksaan pada saat saya tanya masih melantur jawabannya, sebelum melakukan penusukan di Bandung Kulon pernah juga melakukan penusukan kepada orang tuanya itu bulan November 2016" ucap Kombes Hendro Pandowo Kapolrestabes Bandung Jawa Barat

Aksi brutal Aziz membuat 7 orang terluka dan kini dirawat terpisah di sejumlah rumah sakit di Bandung.

Muhammad Aziz Ghozali 19 tahun pelaku penikaman 8 orang di Bandung Jawa Barat ternyata masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penikaman terhadap ayah kandungnya sendiri, warga desa Ciasak Panawangan Ciamis Jawa Barat meninggal kampung halamannya usai tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru satu tahun terakhir Aziz kembali ke tanah kelahirannya dan menghuni rumah besar bersama ayah kandungnya. Setiap hari Aziz hanya berkutat dalam budi daya ikan air tawar.

Keluarga dan tetangga memastikan Aziz mengalami depresi cukup berat pasca kedua orang tuanya bercerai, meski bisa melakukan komunikasi 2 arah namun Aziz kerap berperilaku aneh di luar batas kewajaran.

Puncaknya bulan Oktober lalu Aziz nekat menikam ayah kandungnya sendiri saat memberi makan ikan di kolam pemuda 19 tahun ini menusukkan pisau dapur kebagian leher ayahnya gara-gara disuruh mencari pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar